Rabu, 28 Desember 2011
Versys 1000, Sang Penjelajah Baru Dari Kawasaki
Salah satu andalan Kawasaki di kelas Dual Purpose adalah Versys 650. Nah, sekarang motor 650 cc ini punya kakak yaitu Versys 1000. Kapasitas mesinnya lebih gambot, desainnya juga lebih kokoh.
Uniknya, motor ini menggunakan platform yang sama dengan Kawasaki Z1000 dan Z1000SX. Mesinnya menggunakan 1.043 cc empat silinder segaris. Tapi tentunya Kawasaki telah melakukan serangkaian perubahan sesuai peruntukan motor ini.
Kompresi ruang pada Versys 1000 dibuat lebih rendah, dari 11,8:1 jadi 10,3:1. Profil camshaft juga diubah, karakternya dibuat galak di putaran bawah, beda dengan Z1000 yang justru nikmat di rpm tinggi.
Gear ratio-pada motor ini juga dibenahi, Kawasaki memberikan gigi 1 dan 2 yang lebih pendek sehingga lebih agresif. Sedang gigi dibuat lebih panjang agar konsumsi bahan bakar ketika berjalan konstan bisa lebih hemat.
Menariknya, motor ini punya dua pilihan mode untuk powernya. Full dan low power mode. Pada kondisi low power hanya 75 persen tenaga yang didistribusikan, hasilnya lebih halus dan lebih mudah dikendalikan. Selain itu, dibekali juga dengan KTRC (Kawasaki TRaction Control).
Beralih ke desainnya, meski tampangnya lebih besar dari Z1000, tapi Versys 1000 ini hanya lebih berat beberapa kilogram saja. Bentuk bodinya khas motor penjelajah, jadi ingat Yamaha Super Tenere kan!
Fairing setengah dengan windshield tinggi dan lampu utama berukuran besar. Jok rendah dan lebar menawarkan kenyamanan berkendara, maklum motor ini memang diperuntukan untuk mereka yang suka jalan jauh. Badan bisa pegal linu kalau enggak nyaman.
Di Inggris varian ini dilepas 9.499 Poundsterling atau setara dengan Rp 136 jutaan. Lebih mahal dari Versys 650 yang hanya 6.899 Pounsterling atau sekitar Rp 99 juta
Suzuki nex Datang, Spin 125 Discontinue!
Kehadiran Suzuki nex akhirnya secara resmi juga menjadi penanda dihentikannya produksi dan penjualan Suzuki Spin 125.
"Iya, Suzuki Spin resmi discontinue, kita gantikan dengan Suzuki nex yang baru ini," buka Paulus S Firmanto, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Meski begitu, PT SIS yakin skubek barunya ini mampu diterima oleh masyarakat Indonesia. Desain dan spesifikasi tekniknya diklaim dibuat sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia.
Bahkan Suzuki nex ini juga diyakin masuk ke pasar skubek low entry yang paling gemuk. Pasar ini sebenannya sudah penuh sesak dan dikuasai oleh Honda BeAT dan Yamaha Mio Sporty.
"Kita sengaja menghadirkan Suzuki nex yang irit, lincah dan gaya," beber Paulus yang yakin skubek barunya akan terjual hingga 200 ribu unit di tahun 2012 mendatang.
Suzuki mengklaim mesin 113 cc-nya, memiliki tenaga 9,4 PS di 8.000 rpm. Dan torsinya mencapai 8,7 Nm di 6.500 rpm.
Mesin ini diklaim mampu membuat konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 79,6 kilometer per liter.
Subtitusi Kampas Rem Supra X125 Buat Satria F 150, Gak Ada Bedanya!
Ternyata kampas rem belakang Supra X125 model cakram sama dengan punya Suzuki Satria F 150. Seperti pengalaman Rio Purnomo, warga Joglo, Jakarta Barat. Dia pasang punya Supra X125 di bebek Hyperunderbone itu.
Rio punya alasan kuat, ketika melacak komponen bebek Suzuki itu susah ditemui. Kebetulan ada bengkel yang menawari punya bebek Honda 125 cc. “Secara bentuk sama kok. Karena kepala babi atau atau kaliper bentuknya sama. Apalagi sama-sama satu piston dan satu merek,” jelas Hasan, mekanik Hasan Motor dari Jl. Kelapa Dua Raya No. 7, Jakarta Barat itu.
Selain bentuknya sama, material kampas rem belakang Satria dan Supra X125 sama kok. “Kualitasnya, bisa dicoba, sama-sama kuat,” jelas Hasan yang dulunya mekanik bengkel resmi Suzuki itu.
Tapi, walau bahan sama namun berbeda harga. Kalau punya Satria lebih mahal. Buat Satria Rp 60 ribu. Sedang punya Supra X125 hanya Rp 37 ribu. Bisa jadi lebih murah karena memang beda pabrikan.
Untuk pemasangan ulang, Hasan memberikan contoh di motor Fadil. Sebelum dibongkar, siapkan perkakas yang diperlukan. “Seperti kunci L 5, obeng min dan kunci ring 12,” ungkap Hasan yang spesialis Suzuki Satria F sejak dulu itu.
Pertama, lepaskan baut 12 pegangan knalpot pakai kunci ring. Lalu, buka baut L 5 pengancing kampas di kaliper. “Congkel kampas pakai obeng min agar mudah dilepas,” ucap mekanik yang suka balap ini.
Setelah itu, baru pasang yang baru deh. Jangan lupa pasang kembali baut-baut yang dilepas tadi yah. Siap Bro?
Launching Tengah Tahun 2012, Suzuki GW250 Dijual Rp 40 Jutaan
Suzuki GW250 hampir pasti dipasarkan di Indonesia tahun 2012 mendatang, bahkan Suzuki Motor Corporation (SMC) lewat press realese yang diterima redaksi dengan gamblang menyebutkan kalau GW250 dari China akan di jual di Eropa, Indonesia dan Amerika Selatan.
Di China dan Eropa sudah duluan mengaspal, bahkan di Inggris hadir dengan nama Suzuki Inazuma 250. Lalu kapan motor sport turing ini akan resmi dijual di Indonesia?
"Kalau tidak ada halangan tengah tahun 2012, kemungkinan pas Pekan Raya Jakarta (PRJ)," bisik narasumber dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), ATPM Suzuki di Indonesia.
Sedang harganya tetap akan masuk segmen premium di angka Rp 40 jutaan. "Harganya tidak akan jauh dari Ninja 250R dan CBR 250R," bebernya lagi.
Menurutnya, motor ini punya diferensiasi bila dibandingkan dengan dua motor sport 250 cc yang sudah lebih dulu beredar. GW250 bukan sport fairing, jadi lebih cocok untuk perjalanan dalam kota.
"Selain itu mesinnya juga dua silinder bukan seperti CBR 250R yang hanya satu silinder,"
Motor ini mengusung mesin dua silinder. Tiap kepala silinder punya konstruksi single overhead camshaft (SOHC) dan 2 klep. Meski teknologinya sederhana, tapi sudah mengadopsi injeksi bahan bakar dan berpendingin air. Suzuki mengklaim tenaganya mencapai 18 kW di 8.500 rpm.
Wheelbase-nya yang panjang hingga 1.430 mm menjelaskan kalau motor ini lebih mengutamakan stabilitas ketika berkendara jauh. Suspensi depan teleskopik dan monoshock di belakang diharapkan mampu membuat perjalanan lebih mengasyikan.
Indonesia Jadi Negara Pertama Yang Pasarkan Suzuki nex
Launching Suzuki nex di Indonesia ternyata menjadi yang pertama di dunia. Bahkan kabarnya setelah Indonesia baru akan dipasarkan di Thailand.
Hal ini diungkapkan Masanori Atsumi, Director and Senior Managing Officer Executive General Manager Motorcycle Engineering Suzuki Motor Corporation (SMC) disela peluncuran Suzuki nex minggu lalu (15/12).
"Indonesia menjadi negara pertama di Asean yang dapat kesempatan mengenalkan Suzuki nex. Suatu kehormatan bagin SMC ikut hadir di sini," bebernya.
"Setelah Indonesia, nex akan dijual di berbagai negara lain seperti Thailand," lanjutnya. Suzuki nex yang meluncur lebih awal di Indonesia juga sama seperti Suzuki Hayate yang juga diluncurkan perdana di tanah air.
Suzuki nex ini tetap dikembangkan di pusat R&D Suzuki di Thailand dan Jepang dengan mengutamakan input kebutuhan dan selera konsumen di Indonesia.
Kebutuhan konsumen Indonesia akan skubek yang lincah, hemat bahan bakar dan memiliki harga jual terjangkau coba diwujudkan lewat Suzuki nex.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai sang ATPM di Indonesia mengklaim konsumsi bahan bakarnya paling irit. Suzuki yakin dalam kecepatan konstan 40 km/jam, motornya ini bisa mencapai 79,6 kilometer hanya dengan 1 liter bahan bakar.
Powernya juga diklaim paling besar dikelasnya, yaitu 9,4 PS atau 6,9 kW. Lebih besar dari kompetitornya Honda BeAT dan Yamaha Mio yang hanya 8.22 PS dan 8.35 PS.
Mengenal Ragam Kunci Kontak Bermagnet
Pencurian sepeda motor kian marak, salah satu piranti keamanan yang paling efektif mengurangi resiko kehilangan adalah kunci kontak dengan pengaman bermagnet. Hampir semua pabrikan sudah mengaplikasikan jenis ini. Karena beragam tidak ada salahnya kita intip satu persatu fitur dan cara pengoperasiannya. Yuks!
Geser Tuas
Pabrikan seperti Honda pun coba melakukan evolusi dalam urusan pengaman lubang kunci atau yang disebut AHM dengan istilah Secure Key Shutter. Pengembangannya, yaitu dengan menerapkan tuas kecil di bagian panel kontak.
Panel ini berfungsi untuk menghemat waktu. Karena untuk menutup lubang kunci, sobat hanya perlu menggeser tuas ini ke arah yang sudah ditentukan. Misal, dari bawah ke atas. Jadi, tidak perlu lagi menggunakan anak kunci untuk mengaktifkannya.
Tapi, tuas ini hanya berfungsi buat menutup saja. Untuk membuka penutup lubang kunci itu, tetap harus menggunakan magnet di anak kunci. Di Honda, panel
Menutup Manual
Pertama kali keluar, key shutter alias penutup lubang kunci di panel kontak masih aplikasi model manual. Artinya, penutup lubang itu kudu digeser pakai bagian ujung teratas anak kunci agar lubang tertutup. Ya, pakai sisi yang mengaplikasi magnet.
Ada 3 magnet berukuran kecil yang terdapat di anak kunci. Magnet yang sama juga ada di bagian panel kontak. Hanya saja, tentu berbeda kutub. Untuk mengaktifkannya, arah magnet harus cocok.
Sistem model ini, sebelumnya diperkenalkan oleh Suzuki dan juga Honda. Setelah itu, pabrikan lain mulai mengikuti. Honda mengawalinya di Honda Supra X125 di tahun 2005. Tetapi, Suzuki lebih dulu di 2004 melalui varian Suzuki Shogun 125. Kemudian muncul di Yamaha Mio Soul. Yang difoto milik Mio Soul.
Tekan Tombol
Selain berfungsi sebagai penga-man panel kontak dari gangguan maling, juga punya fungsi buat mengamankan lubang kunci dari air. Terutama, dari air hujan yang bisa menyebabkan korosi hingga kebagian dalam lubang. Jadi, punya proteksi lebih tuh!
Pengembangan key shutter juga dilakukan Yamaha. Kondisi ini, bisa dilihat dari panel kunci kontak di Yamaha Xeon 125 misalnya. Sebenarnya, prinsip kerja yang ditawarkan pun hampir sama dengan shutter key model tuas. Tapi bedanya, di Xeon menggunakan tombol.
Tombol ini cukup sobat tekan demi mengaktifkan penutup lubang kunci. Ketika sobat tekan, maka secara otomatis, penutup akan bekerja. Buat membukanya lagi, ya tetap harus gunakan anak kunci secara manual dong!
Otomatis Ketika Dicabut
Pengembangan atau evolusi masih terus dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) melalui varian-varian terbarunya. Makin mempermudah pengendara ketika parkir. Penutup lubang kunci itu akan menutup sendirinya ketika kunci kontak dicabut.
“Memang, tapi akan otomatis bekerja ketika mengunci dalam kondisi kunci setang atau lock,” timpal Sarwono Edhi, instruktur Honda Training Centre PT AHM. Selain mempermudah pengguna, kondisi seperti ini juga untuk mencegah kelalaian rider dalam mengaktifkan fitur. Apalagi, kalau dalam kondisi tergesa-gesa. Suka lupa tuh!
Jadi, fitur otomatis ini tak akan bekerja jika tak dalam posisi lock ya. Kalau dalam posisi off saja, lubang kunci tetap tak tertutup. Buat menutupnya, sobat kudu gunakan anak kunci layaknya kebalikan dari membuka. Panel kunci seperti ini, diadopsi dibeberapa varian. Misalnya Honda Scoopy, Honda Vario CBS Techno atau di Honda Spacy Helm In.
Geser Tuas
Pabrikan seperti Honda pun coba melakukan evolusi dalam urusan pengaman lubang kunci atau yang disebut AHM dengan istilah Secure Key Shutter. Pengembangannya, yaitu dengan menerapkan tuas kecil di bagian panel kontak.
Panel ini berfungsi untuk menghemat waktu. Karena untuk menutup lubang kunci, sobat hanya perlu menggeser tuas ini ke arah yang sudah ditentukan. Misal, dari bawah ke atas. Jadi, tidak perlu lagi menggunakan anak kunci untuk mengaktifkannya.
Tapi, tuas ini hanya berfungsi buat menutup saja. Untuk membuka penutup lubang kunci itu, tetap harus menggunakan magnet di anak kunci. Di Honda, panel
Menutup Manual
Pertama kali keluar, key shutter alias penutup lubang kunci di panel kontak masih aplikasi model manual. Artinya, penutup lubang itu kudu digeser pakai bagian ujung teratas anak kunci agar lubang tertutup. Ya, pakai sisi yang mengaplikasi magnet.
Ada 3 magnet berukuran kecil yang terdapat di anak kunci. Magnet yang sama juga ada di bagian panel kontak. Hanya saja, tentu berbeda kutub. Untuk mengaktifkannya, arah magnet harus cocok.
Sistem model ini, sebelumnya diperkenalkan oleh Suzuki dan juga Honda. Setelah itu, pabrikan lain mulai mengikuti. Honda mengawalinya di Honda Supra X125 di tahun 2005. Tetapi, Suzuki lebih dulu di 2004 melalui varian Suzuki Shogun 125. Kemudian muncul di Yamaha Mio Soul. Yang difoto milik Mio Soul.
Tekan Tombol
Selain berfungsi sebagai penga-man panel kontak dari gangguan maling, juga punya fungsi buat mengamankan lubang kunci dari air. Terutama, dari air hujan yang bisa menyebabkan korosi hingga kebagian dalam lubang. Jadi, punya proteksi lebih tuh!
Pengembangan key shutter juga dilakukan Yamaha. Kondisi ini, bisa dilihat dari panel kunci kontak di Yamaha Xeon 125 misalnya. Sebenarnya, prinsip kerja yang ditawarkan pun hampir sama dengan shutter key model tuas. Tapi bedanya, di Xeon menggunakan tombol.
Tombol ini cukup sobat tekan demi mengaktifkan penutup lubang kunci. Ketika sobat tekan, maka secara otomatis, penutup akan bekerja. Buat membukanya lagi, ya tetap harus gunakan anak kunci secara manual dong!
Otomatis Ketika Dicabut
Pengembangan atau evolusi masih terus dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) melalui varian-varian terbarunya. Makin mempermudah pengendara ketika parkir. Penutup lubang kunci itu akan menutup sendirinya ketika kunci kontak dicabut.
“Memang, tapi akan otomatis bekerja ketika mengunci dalam kondisi kunci setang atau lock,” timpal Sarwono Edhi, instruktur Honda Training Centre PT AHM. Selain mempermudah pengguna, kondisi seperti ini juga untuk mencegah kelalaian rider dalam mengaktifkan fitur. Apalagi, kalau dalam kondisi tergesa-gesa. Suka lupa tuh!
Jadi, fitur otomatis ini tak akan bekerja jika tak dalam posisi lock ya. Kalau dalam posisi off saja, lubang kunci tetap tak tertutup. Buat menutupnya, sobat kudu gunakan anak kunci layaknya kebalikan dari membuka. Panel kunci seperti ini, diadopsi dibeberapa varian. Misalnya Honda Scoopy, Honda Vario CBS Techno atau di Honda Spacy Helm In.
Bedah Mesin Suzuki nex, Hemat BBM Karena Jurus Ringan
Skubek baru Suzuki nex punya paduan performa yang baik dan konsumsi bahan bakar yang hemat. Bahkan diklaim paling irit. Suzuki yakin dalam kecepatan konstan 40 km/jam, motornya ini bisa mencapai 79,6 kilometer hanya dengan 1 liter bahan bakar.
Powernya juga diklaim paling besar dikelasnya, yaitu 9,4 PS atau 6,9 kW. Lebih besar dari kompetitornya Honda BeAT dan Yamaha Mio yang hanya 8.22 PS dan 8.35 PS.
Untuk mendapatkan racikan ini, Suzuki menerapkan prinsip Light, Efficient and Powerfull (LEaP). Layaknya jawara kungfu, ada dua jurus utama yaitu jurus pernafasan dan jurus meringankan anggota badan! Halah, ada-ada saja. Dari pada penasaran ayuk kita intip jeroannya.
Mulai dari jurus pernafasan, aliran udara dan gas bahan bakar diatur sedemikian rupa agar mendapatkan efisiensi volumetrik terbaik. Suzuki menyebutnya dengan mengurangi hambatan pemompaan.
Caranya dengan melakukan perubahan besar pada bentuk klep di saluran intake dan lubang exhaust. "Dengan desain baru ini, pembakaran lebih baik," buka Yoshinari Ninomiya, Assistant Manager Engine Design Group 4, Motorcycle Body/Electric Design Dept, Suzuki Motor Corporation (SMC).
Jurus berikutnya yang lebih signifikan adalah meringankan tubuh. Semua komponen pada mesin motor ini sengaja didesain agar ringan untuk mengurangi hambatan mekanis atau gesekan antar komponen.
Mulai dari ruang bakar. Mesin Suzuki nex memiliki bore dan stroke yang sama seperti Suzuki Smash Titan, tapi kini dibuat lebih ringan. Piston yang dipakai nex lebih ringan 8,8 persen bila dibandingkan dengan piston Smash.
Diameter pin piston dibuat lebih kecil, dari 14 mm jadi 13 mm. "Ring piston juga lebih tipis. Dari 3 hanya satu yang sama," aku Yoshinari Ninomiya.
Begitu juga dengan kruk as-nya. Diameter pin kruk as kini hanya 25,1 mm dari sebelumnya 28 mm. "Meski lebih kecil tapi kekuatannya tetap sama," yakin pria asal Jepang ini. Desain crank case juga dibuat lebih ringan. Suzuki menggunakan teknologi Computer Aided Engineering (CAE) untuk merancang dan produksinya.
Selain itu, motor ini juga sudah menerapkan roller rocker arm seperti yang dipakai pada beberapa bebek dan skubek Honda. "Di Suzuki, nex adalah skubek pertama Suzuki di Asean yang menggunakan teknologi roller rocker arm," aku Yoseph Antoni dari Training Servis Suzuki 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Lanjut lagi, Suzuki nex juga sudah dilengkapi dengan Throttle Position Sensor (TPS) untuk mengontrol pengapian sesuai bukaan gas. Masih di karburator, nex juga dibekali dengan auto choke seperti yang terpasang di Honda BeAT.
Rantai Keteng Pindah ke Kiri, Oli Mesin cuma 0,65 l
Menariknya, kini Suzuki memindah posisi rantai mesin atau rantai keteng ke kiri, sedang businya ada di kanan. Hal ini kebalikan dari Suzuki Spin dan Skywave yang sudah lebih dulu beredar.
"Alasannya agar kipas di sebelah kiri bisa lebih optimal mendinginkan kepala silinder khususnya busi. Selain itu proses perawatan dan bongkar pasang juga akan jadi lebih mudah," jelas Yoshinari Ninomiya.
Satu lagi yang agak janggal, yaitu konsumsi oli mesinnya ternyata cuma 0,65 l dengan viskositas 10w-40. Biasanya mesin skubek oli mesinnya 0,8 l. "Karena lebih sedikit, mesin lebih ringan kerjanya,"
Modenas Kriss MR1, Motor Murah Rakyat Malaysia
Pabrikan sepeda motor nasional Malaysia, Modenas belum lama ini meluncurkan bebek murah untuk warganya. Motor yang masih satu generasi dengan Modenas Kriss ini diberi embel-embel MR1, singkatan dari Motosikal Rakyat Nomor 1.
Atau motor rakyat pertama di Malaysia. Disebut motor rakyat karena harga jualnya yang terjangkau. Modenas melepas motor ini dengan harga 2.948 Ringgit atau setara dengan Rp 8,5 jutaan. Hemat kan!
Meski murah, teknologi yang dipakai sudah lumayan. Mesinnya, mengusung satu silinder berkapasitas mesin bersih 97,2 cc. Memiliki transmisi empat percepatan tipe rotary gear. Untuk menghidupkannya juga sudah dilengkapi dengan electric starter.
Sayangnya rem depan masih tromol, bukan disk brake. Begitu juga dengan panel indikator di speedometernya juga terlihat sangat sederhana. Tentunya untuk menekan harga.
Sedang desain bodinya, sekilas mirip Kawasaki Blitz R yang pernah dijual di Indonesia. Modenas menjualnya dalam dua pilihan warna. Ada putih polos dan paduan biru-putih.
Engine
Type : 4-stroke single cylinder SOHC
Bore X Stroke : 50.0 x 49.5 mm
Displacement : 97.2 cc
Compression Ratio : 9
Carburetor : SPACO AV18-P
Ignition System : Magneto – CDI
Starting System : Kick and Eletric Starter
Cooling System : Air Cooled
Lubrication : Forced Lubrication Wet (Capacity 0.9 liter)
Fuel Tank Capacit: y : 4.3 liter
Fuel Consumption : 46.2 km/liter @ 80 km/h
Transmission
Type : 4-Speed Rotary Gear System
Clutch : Centrifugal
Primary Reduction Ratio : 4.058
Final Reduction Ratio : 2.71
Driving System : Chain
Chassis
Type :Pipe Backbone
Front Suspension : Telescopic Fork
Rear Suspension : Trailing Swing Arm
Front Brake : Drum
Rear Brake : Drum
Electrical System
Battery : 12 V 5 Ah
Awal 2012 Honda Perkenalkan CB400 Limited Edition
Untuk kesekian kalinya Honda di Jepang meluncurkan varian limited edition pada varian legendaris CB 400. Baik CB400 Super Four maupun CB400 Super Bold'or yang pakai fairing setengah telanjang sama-sama mendapatkan kelir baru.
Kali ini tema yang diusung lebih elegan. Warnanya dominan hitam grafit, tapi dihiasi dengan tarikan garis berwarna emas mulai dari tangki hingga ke cover bodi belakang.
Bagian lain seperti pelek juga dihias warna yang sama. Hitam pekatnya kontras dengan kaliper dan tabung sokbraker belakang berwarna gold.
Hasilnya, nampak garang sekaligus mewah! Pecinta motor sport 400 cc 4 silinder segaris ini di Jepang bisa mulai mendapatkan varian limited edition ini pada 13 Januari 2012 mendatang.
Dalam website resmi Honda Jepang, disebutkan CB400 Super Four tanpa fairing dijual 750.750 Yen atau setara dengan Rp 87,4 Jutaan. Sedang CB400 Super Bold'or yang pakai fairing dilepas 824.250 Yen atau sekitar Rp 95,9 jutaan.
Sepertinya warna seperti ini bisa dijadikan inspirasi modifikasi di Indonesia. Ada yang tertarik terapkan warna serupa?
Jumat, 16 September 2011
Trik Honda Bikin Luas Bagasi Supra X 125 Helm In
Selain merancang rangka khusus, kuncian menciptakan ruang luas pada utility box Honda Supra X 125 Helm In adalah dengan menyiasati tata letak komponen. Artinya, ada beberapa part yang dipindah agar ruang di bawah jok lebih lega.
Yang pasti, Honda sudah menyiapkan rangka baru dengan bentuk rangka belakang lebih lebar. Tujuannya tentu agar helm full face yang ukurannya lebar bisa masuk ke dalamnya.
Sedang aki yang biasanya berada di bawah jok atau menyatu dengan utility box seperti pada Supra X 125 harus dipindahkan. "Aki dipindahkan ke samping karburator," buka Endro Sutarno dari Technical Service Training Development, PT Astra Honda Motor (AHM).
"Kami sudah melakukan penelitian, posisi ini tetap aman meski dekat dengan karburator. Juga aman dari cipratan air dari roda depan," jelas Katsuya Abe, Assistant Chief Engineer, Honda R&D Southeast Asia, Indonesia.
Posisi baru aki ini menempati posisi air filter pada Supra X 125 sebelumnya. Jadi jangan heran kalau posisi air filter juga ikut berubah.
Penyaring udara ini kini terletak di balik cover bodi depan atau tepatnya di balik lampu senja dan lampu sein. Dari atas, ada belalai yang turun ke moncong karburator.
Langkah ini sebenarnya sama seperti yang dilakukan Honda pada skubek Spacy Helm In. Bagasi luas diperoleh dengan memindahkan aki ke balik cover bodi bagian depan. Dan menggeser posisi air filter yang ada di bawah jok ke atas cover CVT.
Semua pengembangan Honda Supra X 125 Helm In ini ternyata dikembangkan di Jepang, mulai dari desain hingga semua spesifikasi tekniknya. Tapi tetap dibuat berdasarkan data dan fakta tentang selera dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Alasan Honda Perbesar Bagasi Supra X 125 Helm In
Demam sepeda motor berbagasi besar sebenarnya jauh lebih dahulu. Tapi bagasi besar yang muat helm full face pada bebek bisa dipastikan baru ada di Indonesia.
Hampir semua skubek di Jepang sudah punya bagasi besar yang mampu menyimpan helm di dalamnya. Di Indonesia, skubek Honda berbagasi besar dimulai dengan Spacy Helm In.
Tapi pada bebek, diawali oleh Honda Supra X 125 Helm In. "Fitur helm in pada bebek adalah yang pertama di dunia. Bahkan bagasinya lebih besar dari skubek Spacy helm in," buka Yusuke Hori, President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Volume-nya mencapai 19,5 liter sehingga mampu menyimpan helm full face di bawah joknya. Sedang bagasi Spacy Helm In hanya 18 liter saja.
Ternyata langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Hasil riset PT AHM, kebiasaan pengguna bebek membawa barang bawaan sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari pemakai skubek.
"Hasil study kami, 33 persen pengguna sepeda motor jenis bebek suka bawa barang," terang Johanes Loman, Executive Vice President Director PT AHM.
Sedang pengguna skubek hanya 29 persen yang gemar bawa barang. Pemakai sepeda motor tipe sport lebih sedikit lagi, yaitu cuma 17 persen saja.
Persentase ini cukup dijadikan alasan bagi PT AHM untuk menciptakan model bebek baru dengan fitur bagasi yang lebih luas.
Selain itu, beberapa pembaruan seperti desain yang lebih elegan, kapasitas tanki bahan bakar yang lebih besar hingga 5,6 liter, aplikasi automatic headlamp on dan kunci jok yang menyatu dengan kunci kontak menjadi nilai lebih.
Apalagi harga jualnya tetap sama dengan varian Supra X 125 versi terdahulu yang dilepas Rp 15,6 jutaan.
Sekali Isi Full Tanki, Supra X 125 Helm In Bisa Tempuh 287,168 km!
Kapasitas tanki bahan bakar Honda New Supra X 125 Helm In ekstra besar, mencapai 5,6 liter. Bandingkan dengan bebek kebanyakan yang hanya 4 liter saja.
Tentunya hal ini berpengaruh pada daya jelajahnya. PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim konsumsi bahan bakar Honda mampu mencapai 51,28 kilometer.
Dengan kapasitas tanki yang mencapai 5,6 liter, artinya bebek baru Honda ini mampu menempuh jarak 287,168 kilometer hanya dengan sekali isi full tanki.
Kalau rata-rata sehari menempuh jarak 24,5 kilometer, maka bisa dihabiskan dalam waktu 11 hari. Wah, bisa lupa kapan terakhir isi bensin nih!
Selain tankinya yang lebih besar, volume bagasi New Supra X 125 Helm In juga sangat besar. Volumennya mencapai 19,5 liter sehingga mampu menyimpan helm full face di bawah joknya.
Asiknya, varian baru ini tidak menggantikan Honda Supra X 125 yang lama. Tapi harganya tetap dijual sama seperti varian sebelumnya yaitu Rp 15,6 juta (on the road Jakarta).
NEW SUPRA X 125 RESMI DILUNCURKAN
(14/9), PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan varian bebek terbaru Honda New Supra X125 Helm In.
Berangkat dari platform yang sama dengan Honda Supra X 125 versi sebelumnya, varian baru ini punya banyak keunggulan. Yang pasti adalah, desainnya benar-benar baru.
Selain itu, keunggulan lainnya adalah kapasitas bagasi yang jauh lebih luas dari bebek pada umumnya. Memiliki volume 19,5 liter, bagasi bebek baru Honda ini mampu memuat helm full face!
"Fitur helm in pada bebek adalah yang pertama di dunia. Bahkan bagasinya lebih besar dari skubek Spacy helm in," buka Yusuke Hori, President Director PT AHM.
Kapasitas tanki bahan bakarnya juga ekstra besar. Mencapai 5,6 liter! Dipastikan bakal jarang mampir ke POM bensin nih! Oiya, fitur andalan lainnya, New Honda Supra X125 Helm In ini sudah mengusung teknologi Automatic Headlamp On (AHO).
Asiknya, varian baru ini tidak menggantikan Honda Supra X 125 yang lama. Tapi harganya tetap dijual sama seperti varian sebelumnya yaitu Rp 15,6 juta (on the road Jakarta).
Kamis, 15 September 2011
Detail Perbedaan Fitur Honda Blade Lawas dan New Blade
Model baru tentu punya kelebihan dibanding versi lawas. Apa saja keunggulan yang bisa didapatkan konsumen dengan membeli Honda New Blade? Silakan perhatikan detail perubahan yang disodorkan. Kali ini lebih detail soal fitur dan bentuk bodinya.
Bodi dan Rem Belakang
Areal sayap juga mengalami banyak perubahan. Kalau model sebelumnya keberadaan sayap hanya sebagai pemanis yang punya desain tipis. New Blade punya sayap atau leg shield yang memang lebih terlihat menegaskan karakter besutan bebek pada umumnya.
Makin sip model sayap yang sekarang lebih lebar dan desain terlihat berlapis ini sudah dilengkapi dengan kisi-kisi atau ruang udara. Penempatan lampu sein pada areal depan sayap membuat dimensi ‘dada’ jadi lebih lebar, pada kedua sisinya ditempel lampu sein dengan desain futuristik yang lancip.
Areal sepatbor juga sudah direvisi, tidak lagi seperti pendahulunya dudukan spatbor menggantung pada pipa teleskopik, Spatbor baru New Honda Blade dudukannya pindah tempat di segitiga bawah seperti Honda Absolute Revo.
Paling penting dan menarik dilirik adalah areal pengereman belakang yang kini sudah dilengkapi disck brake atau cakram. Double disk depan-belakang dengan mengaplikasi model piston tunggal, pastinya lebih baik dari generasi pendahulunya yang hanya mengaplikasi model drum.
Beda Power
Meski masih mengadopsi kapasitas mesin yang sama 109,1cc tetapi dilihat speknya Blade lawas justru punya tenaga lebih (8,46 PS/ 7.500 rpm vs 8,4 PS / 7.500 rpm), torsi yang lebih bagus (0.86 Kgfm / 5500 rpm vs 0,83 Kgf.m di 5.500 rpm).
Perbedaan paling menonjol dari mesin baru ini adalah sudah aplikasi Honda Variable Ignition Control (HVIC).
“Ada dua kurva pengapian bekerja sesuai karakter berkendara. Saat dipakai halus, kurva pertama bekerja. Kurva kedua, ketika dipaksa buka tutup gas lebih agresif,” jelas Endro Sutarno dari Technical Service Training Development AHM .(AHM).
Head Lamp Pindah Posisi
Ini dia perbedaan paling menyolok, seputar areal setang dan bodi depan New Honda Blade desaiannya berubah total. Honda Blade versi lama, lampu utama bersebelahan dengan sein dan terletak di bawah sementara setang hanya dibungkus selubung bodi.
Lampu utama New Honda Blade terletak di depan areal setang. Posisinya terpisah dengan lampu sein yang tetap berada di bawah. Lampu sein dibuat memanjang beraksen futuristik juga sudah dilengkapi inner lens. Hal ini membuat cahaya lampu sein menjadi lebih jelas dan mudah terlihat.
Secara dimensi jelas cenderung New Blade kembali ke ukuran bebek standar. Desain sepatbor depan kembali menyatu fairing. Di versi lawas lebih mengarah ke ayam jago. Lampu belakang New Blade lebih besar. Detail mengikuti lampu belakang Vario CBS Techno.
Belakang Mirip Skubek
Unsur safety riding dalam berkendara dengan Honda New Blade begitu diperhatikan. Seperti model lampu belakang yang mirip skubek yang matik, Honda Vario Techno. Selain itu, ada cover pelindung panas mesin yang ada pada bagian cover mesin sebelah kanan. Dibuat dari bahan plastik yang mampu meredam panas ke areal kaki.
Selain itu Blade baru juga sudah dilengkapi footstep depan fleksible. Jadi saat motor di ajak rebah enggak khawatir footstep tertahan aspal, lantaran dudukan footstep yang bisa menyesuaikan layaknya besutan motocross.
Dimensi Lebih Melar
Selain secara bentuk yang seluruhnya berubah dimensi juga mengikuti. Jarak sumbu roda Blade lama yakni 1.221 mm sedangkan New Blade 1.227 mm. Ground clearance New Blade lebih ceper hanya 135 mm sedangkan Blade lebih jangkung 147mm. Kalau melihat dari sisi jarak sumbu roda, jelas Blade lawas lebih lincah dibanding New Blade. Itu karena jarak sumbu roda yang lebih pendek.
Bobot total New Blade juga lebih berat 8,8 kg, total beratnya 104 kg. Perbedaan bobot motor ini banyak dipengaruhi oleh ubahan pada rangka pengaruh dari ruang bagasi yang melar, mampu menampung hingga kapasitas 3,7 liter.
Honda New Blade Dikembangkan di Jepang, Thailand dan Indonesia
Bebek baru Honda New Blade 110R ternyata dikembangkan secara spesial oleh pusat R&D Honda di tiga negara. Hal ini diungkapkan oleh Yusuke Hori, President Director, PT Astra Honda Motor (AHM).
"Generasi terbaru Honda Blade diciptakan dalam team work yang melibatkan Honda di Indonesia, Thailand dan Jepang," ungkap Yusuke Hori.
"Saya terlibat banyak dalam proses pengembangan ini bersama Mr. Kawaguchi, teman baik saya sekaligus President Honda R&D Southeast Asia," jelasnya panjang lebar.
Hal yang sama juga diamini Kenji Kawaguchi, "Produk New Honda Blade telah dikembangkan di Jepang. Tetapi Honda R&D Southeast Asia juga turut membantu mengembangkan desain eksteriornya. Untuk itu kami yakin bahwa model ini dapat memenuhi harapan konsumen di Indonesia," terang Kawaguchi.
Honda R&D Southeast Asia sendiri berpusat di Thailand dan punya banyak perwakilan termasuk di Indonesia. Bersama PT AHM, Honda R&D Southeast Asia melakukan riset pasar.
"Honda Blade harus tetap menjadi bebek sporty dengan mengadopsi desain, spesifikasi dan kelengkapan yang dapat dinikmati anak muda dengan tetap menjaga daya tarik motor bebek," jelas Kawaguchi.
Daya tarik bebek yang dimaksud Kawaguchi adalah kepercayaan, konsumsi bahan bakar yang ekonomis, kemudahan penggunaan bagi semua anggota keluarga dan kemudahan pengoperasian.
Jadi, secara desain memang dibuat sesuai keinginan konsumen Indonesia yang ternyata lebih menyukai bentuk bebek konvensional dengan leg shield atau sayap, lampu di setang serta boks bagasi di bawah jok yang multifungsi.
Selain desain Honda Blade baru ini juga punya banyak pengembangan pada rangka yang digunakan. Lebih lincah tapi tetap stabil. Mesinnya pun dibenahi, khususnya pada kepala silinder dan aplikasi Honda Variable Ignition System (HVIS).
Honda Blade Baru Gantikan Desain Lama, Dijual Rp 14 Jutaan
Bebek baru Honda New Blade 110R akhirnya resmi diluncurkan hari ini (28/7). Mengambil tempat di JCC, Senayan, Jakarta, model kali ini menggantikan model Honda Blade sebelumnya.
"Hari ini kami meluncurkan bebek terbaru Honda New Blade 110R," buka Yusuke Hori, president director PT Astra Honda Motor (AHM).
"Saya sendiri terlibat dalam pengembangan model baru New Honda Blade 110R. Ini adalah peluncuran Blade pertama di dunia," bangga pria berkebangsaan Jepang ini.
Desain barunya ini punya banyak perbedaan mencolok. Paling utama adalah pindahnya lampu dari sayap depan ke setang. Selain itu headlamp-nya punya desain split membuatnya tampil lebih sporty.
Bentuk sepatbor depannya pun tidak lagi menyatu dengan roda layaknya motor sport, tapi kembali ke desain khas bebek. Oiya, Blade terbaru ini juga sudah dilengkapi dengan rem cakram belakang. Selain makin aman, juga dongkrak tampilan kan?
Bebek yang telah dilengkapi dengan variable ignition control system ini dijual Rp 14 juta dan Rp 14,2 juta untuk varian bermotif ala MotoGP dari tim Repsol Honda
Selasa, 12 April 2011
Test Ride Honda CBR 250R non ABS, Tetap Aman dan Nyaman!
Menjajal CBR250R di Thailand sudah, di jalanan Indonesia pakai versi Thailand juga sudah. Ngebut di Sentul naik CBR250R ABS juga sudah. Nah, kini giliran jalan-jalan pakai CBR250R non ABS!
Bukan sekedar mengeksplorasi pengeremannya, tapi pengetesan kali ini juga lebih detail soal beberapa fiturnya. Pasalnya, pengetesan ini tidak sesaat, tapi selama 4 hari segala aktifitas kru redaksi wara-wiri kesana-kemari selalu di temanin si CBR250R.
Handling
Bicara handling, tetap konsisten mengakui motor ini cukup nyaman dipakai harian meski secara ukuran cukup gambot. Tinggi jok ke tanah mencapai 0,78 meter memang membuat pengendara yang tingginya kurang dari 170 cm harus repot menapakan kakinya ke tanah.
Tapi kesulitan ini terbayar ketika sudah dalam posisi berkendara yang sempurna. Posisi kaki yang nyaman dan stang jepit yang tidak terlalu tinggi membuat badan tidak terlalu merunduk. Masih nyaman untuk harian.
Konstruksi sasis dan mesin 1 silindernya yang lebih ringan disinyalir berkontibusi membuat motor ini nyaman diajak selap-selip. Cukup ringan ingan saat mengubah arah dalam kecepatan rendah sekalipun. Jadi saat terjebak macet tidak terlalu menguras tenaga.
Suspensinya pun nyaman, lubang tak terlalu besar dan jalan bergelombang bisa diredam dengan baik. Karakternya pas, tak terlalu keras bikin pinggang tetap santai. Tapi bila mengingat kemampuannya saat diajak ngebut di Sentul beberapa waktu lalu, suspensi ini cukup mantab menjaga kaki-kaki tetap stabil di kecepatan tinggi sekalipun.
Sedang urusan pengereman, saat dipakai dalam kecepatan rendah dan kondisi jalanan kering, hampir tak ada bedanya dengan versi Combine Antilock Brake System (C-ABS). Buat harian yang tidak perlu kecepatan terlalu tinggi, rem tanpa ABS masih sangat bisa diandalkan.
Dan ban standarnya yang lebih besar dari kompetitornya ini juga menambah kenyamanan. Ban dengan ukuran depan 110/70-17 dan belakang 140/70-17 membuat manuver di tikungan lebih percaya diri. Tanpa sadar sepatu berkali-kali nempel aspal karena terlalu rebah, padahal motor masih terasa stabil.
Performa
Urusan performa sama saja seperti ketika menjajal CBR250R versi Thailand. Secara spesifikasi versi Thailand dan Indonesia memang tak ada bedanya. Mesin satu silindernya memiliki torsi besar sekaligus bobot ringan.
Handling yang mudah disempurnakan dengan karakter torsi besar sejak di putaran bawah. Power mesin 4-tak, DOHC, satu silinder, 4 klep ini pun halus dan terasa terus "ngisi" hingga 10.000 rpm.
Untungnya meski, kompresinya tinggi (10,7 : 1) dan suhu Jakarta yang panas, enggak perlu khawatir over heat karena radiator CBR250R sudah ditambah kipas pendingin. Meski begitu, cukup terasa mesin bekerja keras menahan panas, sebab saat melintasi jalanan macet berkali-kali kipas menyala secara otomatis.
Pernah dicoba mengukur akselerasi Honda CBR250R dengan Vericom VC3000, Mulai dari menempuh jarak 0–100 meter, dibutuhkan waktu 6,54 detik di kecepatan 88 km/ jam. Berlanjut ke jarak 0–201 meter. Jarak yang biasa dipakai di drag ini, tembus 10,33 detik dengan kecepatan 106,5 km/jam. Sangat responsif!
Fitur
Speedometer CBR250R boleh diacungi jempol. Berkendara di siang hari, semua indikatornya tetap mudah terbaca. Masuk malam hari, perpaduan warnanya cukup menarik dengan iluminasi warna biru membuat data bensin, suhu mesin, jam, trip meter hingga angka kecepatan terbaca jelas.
Sayangnya, CBR250R ini tidak dilengkapi dengan kunci setang dengan pengaman bermagnet. Padahal tipe lain seperti New MegaPro dan Honda Tiger hingga bebek sekelas Revo sudah mengadopsi fitur Secure Key Shutter ini.
Pandangan ke belakang lewat spion sangat jelas terlihat, tapi saat melintas di jalanan macet harus hati-hati jangan sampai spion nyangkut kendaraan lain karena ukurannya yang cukup besar.
Hal yang sama juga terjadi pada posisi knalpotnya yang terlalu menjorok keluar. Cover knalpot yang desainnya yang menarik jadi gampang baret saat diparkir atau ketika masuk di tempat sempit.
Oiya, posisi standar samping yang terlalu nyempil ke dalam juga cukup menyulitkan bagi yang pertama kali menyemplak CBR250R, butuh adaptasi.
Konsumsi Bahan Bakar
Diukur secara "top up", tanki diisi penuh lalu dipakai jalan hingga 100 kilometer dalam berbagai kondisi jalanan. Mulai dari macet hingga dibawa ngebut saat jalanan lengang. Kemudian tanki diisi penuh kembali untuk mengetahui banyaknya bahan bakar jenis pertamax yang dipakai.
Hasilnya satu liter pertamax bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 28 kilometer. Sedikit lebih hemat dari klaim Honda yang menyebutkan 1 liter : 27 kilometer. (motorplus-online.com)
Honda Kembangkan Airbag Baru Untuk Sepeda Motor
Inovasi Honda pada fitur airbag di sepeda motor tidak berhenti sampai produksi Honda Goldwing. Pabrikan dengan logo sayap mengepak ini kembali mengembangkan desain airbag baru untuk sepeda motor.
Jika pada Honda Goldwing airbag mengembang dari tanki, airbag baru yang dikembangkan Honda berbeda. Yang ini mengembang dari sela-sela panel instrumen atau diantara headlamp dan panel speedometer. Bentuk kantong udaranya pun jauh lebih tinggi dari yang dimiliki Goldwing.
Tujuannya, airbag diharapkan mampu meredam benturan pengendara yang terlempar ke depan saat motor yang dikendarainya mendadak berhenti akibat menabrak sesuatu.
Desain ini diungkapkan Honda lewat sebuah gambar yang digunakan dalam pengurusan paten. Honda pun terlihat memasang fitur ini pada sebuah Honda CB1300.
Dalam gambar ini juga terungkap kantong udara yang mengembang bisa diubah arahnya ke kanan atau ke kiri sesuai arah terlemparnya pengedara. Jadi meskipun arah motor ke kanan tapi pengendara terpelanting lurus, air bag ini akan tetap mengembang mengikuti posisi pengendara.
Setelah ABS (antilock bracking system), rasanya airbag bakal jadi standar safety sepeda motor dunia.
Vespa LX 150ie, Si Imut Pakai Kombinasi Roda Janggal
Sebentar lagi, PT Piaggio Indonesia (PI), ATPM merek Piaggio dan Vespa di Indonesia bakal meluncurkan tiga model baru. Salah satu yang ditunggu adalah Vespa LX 150ie. Meski sudah banyak beredar di Indonesia, tapi harga jual melalui PI lebih murah!
Vespa LX 150ie yang dibawa PT ke Indonesia dirakit di fasilitas produksi Piaggio di Vietnam. Skema perjanjian ekonomo, AFTA membuat import duty-nya nol persen.
Wajar bila akhirnya Piaggio bisa melego model ini di kisaran Rp 19-25 jutaan. Padahal, lewat importir umum dan didatangkan langsung dari Italia, harganya melambung sampai Rp 50 jutaan. Penasaran seperti apa spesifikasinya? Ayo kita lihat bersama.
Yang pertama harus diperhatikan adalah bodinya. Jangan kira bentuknya yang imut itu sepenuhnya terbuat dari plastik. Vespa LX 150ie ini masih sama seperti Vespa terdahulu yang mengadopsi sasis monocoque.
Ada beberapa bagian bodi seperti bagian gembung di samping itu adalah bagian dari sasis yang terbuat dari baja. Sedang spatbor dan cover bawah bodi samping serta pijakan kakinya baru terbuat dari cover berbahan sejenis plastik.
Sedang mesinnya, 4 langkah satu silinder. Konstruksi di kepala silindernya masih SOHC (Single Overhead Camshaft) dengan dua klep. Meski begitu, kapasitas mesinnya cukup besar yaitu 150cc. Uniknya, selain berkapasitas mesin besar, karakter ruang bakarnya pun over bore.
Diameter pistonnya lebih besar ketimbang stroke. Vespa LX 150ie ini menggunakan ukuran piston 62.8 mm dan stroke 48.6 mm. Piaggio mengklaim powernya mencapai 11,9 dk dan torsinya 11.8 Nm. Dengan tenaga ini, kecepatan maksimum 95 km/jam. Kok pelan? mungkin karena diameter rodanya yang imut.
Tapi yang menarik, model ini sudah dilengkapi sistem pengabutan bahan bakar tipe injeksi. "Teknologi fuel injection menawarkan keunggulan yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar," jelas Sergio Mosca, Managing Director PT PI.
Yang janggal adalah kombinasi kedua rodanya. Roda belakangnya menggunakan diameter 10 inci, tapi di depan pakai 11 inci. Wah, bakal susah nih cari ban berdiameter 11 inci. Umumnya, skubek pakai ring 14, 12 atau 10 inci kan?
Roda tadi dikawal suspensi single arm di depan dan sudah dipersenjatai dengan disk brake 200mm. Sedang di roda belakang masih pakai rem teromol. Tapi suspensi belakangnya memiliki empat pengaturan kekerasan.
First Ride Suzuki Hayate 125, Gambot Tapi Tetap Lincah!
Meski belum resmi di launching, namun redaksi motorplus-online.com mendapatkan kesempatan khusus untuk menjajal performanya Suzuki Hayate 125 di jalan raya. Penasaran? Yuks baca terus!
Bodi dan Desain
Sekilas Hayate 125 tak jauh berbeda dengan Suzuki Skywave. Perbedaan mencolok ada di beberapa bagian, seperti lampu depan yang besar dan lebar. Kemudian bentuk lampu belakang terpisah antara lampu rem dan lampu sein.
Bodi dan jok Hayate 125 pun lumayan lebar sehingga mantap untuk menopang bokong si rider ataupun boncenger. Jok lebar, pasti berhubungan dengan boks bagasi di bawahnya. Ukurannya pun sangat besar, helm half face bisa masuk bro!
Fitur dan Teknologi
Juga tak jauh berbeda dengan Skywave, fitur-fitur andalannya juga ikutan menempel pada Hayate 125. Secondary air filter, capasitor bank, serta bagasi besar yang bisa menampung helm full face menjadi andalan di skubek Hayate 125 ini.
Yang berbeda ialah sistem lampu utama yang otomatis menyala sejak mesin dinyalakan. Selain itu skubek ini juga sudah dilengkapi dengan kunci bagasi yang bisa langsung dibuka dari kunci kontak.
Oiya, untuk safety Hayate 125 juga telah dilengkapi Side Stand Switch, mesin tidak akan menyala bila standar samping belum terlipat sempurna.
Handling
Meski terbilang kurang proporsional karena body skubek gambot tapi dipadu dengan setang-nya yang tidak lebar. Namun, setang yang sempit ini justru membuat pengendalian lebih lincah.
Saat diajak bermanuver di jalan macet cukup mudah untuk berpindah arah. Apalagi roda 16 incinya membuat skubek yang memiliki wheelbase cukup panjang ini tetap stabil diajak menikung tajam.
Dengan diameter roda yang lebih besar ketimbang skubek lainnya di Indonesia, kenyamanan saat berjalan di jalanan rusak dan berlubang juga tetap terjaga.
Performa
Tarikan awal memang agak kurang responsif, namun nafas skutik ini cukup panjang, apalagi saat berada di atas kecepatan 50 km/jam. Tenaganya terasa enggak putus.
Saat berjalan sambil berboncengan pun tetap mantap. Dengan total berat dua orang, kurang lebih 130 kg, Hayate 125 mampu melesat menyentuh angka 90 km/jam dengan responsif.
Eh, belum sampai mentok throttle di buka, harus sudah melakukan pengereman karena jalanan macet. Disk brake satu piston di roda depan dan drum brake di belakang cukup sigap mengurangi kecepatan.
Sayangnya, pengetesan ini memang belum cukup lengkap, maklum belum resmi di launching. Tapi tenang, setelah skubek yang kabarnya bakal di lepas Rp 13,4 jutaan ini diluncurkan pada 31 Maret besok, redaksi akan melakukan pengetesan yang lebih mendalam. Sabar ya!

Meski terbilang kurang proporsional karena body skubek gambot tapi dipadu dengan setang-nya yang tidak lebar. Namun, setang yang sempit ini justru membuat pengendalian lebih lincah.
Saat diajak bermanuver di jalan macet cukup mudah untuk berpindah arah. Apalagi roda 16 incinya membuat skubek yang memiliki wheelbase cukup panjang ini tetap stabil diajak menikung tajam.
Dengan diameter roda yang lebih besar ketimbang skubek lainnya di Indonesia, kenyamanan saat berjalan di jalanan rusak dan berlubang juga tetap terjaga.
Performa
Tarikan awal memang agak kurang responsif, namun nafas skutik ini cukup panjang, apalagi saat berada di atas kecepatan 50 km/jam. Tenaganya terasa enggak putus.
Saat berjalan sambil berboncengan pun tetap mantap. Dengan total berat dua orang, kurang lebih 130 kg, Hayate 125 mampu melesat menyentuh angka 90 km/jam dengan responsif.
Eh, belum sampai mentok throttle di buka, harus sudah melakukan pengereman karena jalanan macet. Disk brake satu piston di roda depan dan drum brake di belakang cukup sigap mengurangi kecepatan.
Sayangnya, pengetesan ini memang belum cukup lengkap, maklum belum resmi di launching. Tapi tenang, setelah skubek yang kabarnya bakal di lepas Rp 13,4 jutaan ini diluncurkan pada 31 Maret besok, redaksi akan melakukan pengetesan yang lebih mendalam. Sabar ya!
ABS Masa Depan Untuk Sepeda Motor, Makin Simpel
Antilock Bracking System (ABS) sudah banyak diaplikasikan pada sepeda motor. Salah satunya adalah di Honda CBR250R, tapi bila melihat secara detail perangkat ABS ini ternyata ribet! Tapi tenang, Bosch Jepang sedang mengembangkan perangkat ABS yang lebih simpel.
Pada Honda CBR250R ada ECU (electronic control unit) khusus ABS yang terpisah dengan ECU pengapian, lalu ada juga modulator yang mengatur tekanan fluida di masing-masing roda. Modulator ini diletakan di bawah jok pengendara dan cukup membutuhkan ruang.
Tapi Bosch Jepang, perusahaan yang khusus mengembangkan teknologi-teknologi terbaru ini mencoba menggabungkan semuanya dalam sebuah kesatuan. Pada gambar yang didapat dari Visor Down ini bisa dilihat ada sebuah master rem depan lengkap dengan tuasnya.
Bukan hanya master rem dengan katup solenoida saja, tapi juga sudah ada ECU dan sebuah pompa ABS yang terintegrasi jadi satu. Hasilnya, ukurannya hanya sedikit lebih besar dari master rem konvensional kan?
Hal yang sama juga tentunya bisa diaplikasikan pada ABS di roda belakang. Tapi yang menjadi kekhawatiran adalah, saat terjadi kecelakaan tuas rem dengan dan master rem sering kali mengalami kerusakan.
Nah, kalau yang ini yang rusak pasti akan jadi mahal biaya perbaikannya, di master rem-nya sudah ada ECU ABS-nya!
Senin, 14 Maret 2011
Mengintip Perbedaan Honda New CBR150R Vs CBR 150R
OTOMOTIFNET - Beberapa waktu lalu, Honda CBR 150R boleh dibilang jadi favorit penggemar motor sport di Indonesia. Sejak 2005 tunggangan 150 cc itu, dijual importir umum, karena memang tidak masuk ke pasar lokal lewat ATPM Honda.
Waktu pun berlalu, tetapi model Honda CBR tak berganti seiring jalannya waktu. Hingga beberapa saat lalu di negeri Gajah Putih diluncurkan Honda CBR 150R yang memilik tampilan berbeda dibanding pendahulunya.
Bentuknya benar-benar beda, bahkan terkesan lebih besar ketimbang model sebelumnya. Fairing dan desain lampu benar-benar menunjukkan kalau rancangannya kali ini dibuat lebih agresif dan dinamis.
Mulai dari depan hingga buritan, garis-garis tegas dipadu lengkungan aerodinamis membuat tampilan CBR 150R ini memang pas untuk penyuka kecepatan. Namun, seperti kakaknya yang berkapasitas 250 cc, posisi duduk pada CBR 150R ini tidaklah terlalu membungkuk, sehingga masih nyaman digunakan di padatnya lalu-lintas perkotaan.
Ditilik lebih jauh, tampang CBR 150 maupun kakaknya yang berkapasitas seperempat liter, mirip Honda VFR 1200, motor sport touring. Baik lekukan lampu utama maupun fairing-nya mirip.
Begitu pun knalpotnya, jika tampilan depan terinspirasi dari VFR 1200, sementara di knalpot desainnya pun terdapat dari moge Honda, yaitu Honda CBR 1000RR yang memiliki desain agak kotak pada muffler-nya, begitu pun pada CBR 150R ini, tepatnya trapezoid.
Meski, sebagian merupakan cover yang menutupi muffler ‘asli' di dalamnya. Tetapi saat ini memang seolah menjadi tren tersendiri soal cover knalpot ini. Selain melindungi pengguna maupun orang lain dari tersengat panas knalpot, juga bisa membuat tampilan lebih bergaya.
Nah, aliran gas buang ini kan memang berujung di knalpot, tetapi sumbernya tentu di sang jantung motor, yaitu mesin 150 cc yang digendong di kolong tangki bahan bakar. Mesin ini masih berspesifikasi sama, mesin 4 langkah, 4 katup DOHC, berpendingin cairan dengan kipas elektrik sebagai pendingin pada radiatornya.
Memang tampak sama dengan mesin lama, hanya beberapa hal seperti penutup kopling dirancang lebih futuristis. Pembeda paling besar adalah pada sistem pasokan bahan bakarnya. Tak lagi karburator, tetapi menggunakan teknologi lebih canggih.
Sistem bahan bakar injeksi khas Honda, PGM-FI, menjadi sumber masukan bahan bakar untuk mesinnya. Dengan sistem injeksi ini, diharapkan mampu menekan emisi gas buang serta lebih efisien dalam konsumsi bahan bakarnya.
Begitu pun kapasitas bahan bakarnya menjadi lebih besar, sekitar 13 liter. Sementara transmisinya masih menggunakan 6 percepatan, seperti pendahulunya. Lantas, penggunaan rem cakram di roda belakang pun tetap diandalkan untuk mengurangi laju CBR 150R ini.
Bagian futuristis lainnya bisa terlihat pada spidometer. Tentu spidometer dengan panel instrumen digital dan tampilan analog yang mengutamakan takometer ini, terinspirasi juga dari moge Honda VFR 1200.
Tinggal kita tunggu saja kapan tungganan ini masuk Tanah Air.
Nih, Bedanya Pulsar 220 Dengan Pulsar 200 dan 180
Bajaj Pulsar 220 paling mirip dengan Pulsar 180! Secara desain dan platform rangka hampir sama. Coba lihat, desain buntut, tanki, spatbor dengan hingga stop lamp dan desain peleknya sama persis.
"Bedanya hanya pada fairing depan dan head lamp tentunya," buka Setyo Pribadi, Service Manager PT Bajaj Auto Indonesia (BAI). Fairing setengah ini membuat penampilannya lebih sporty, tapi mesin 220cc-nya tetap menonjol.
"Sedang sasis dan suspensinya sama persis. Sumbu roda dan dimensinya sama. Perbedaanya, Pulsar 220 sudah pakai disk brake," lanjutnya. Tapi bila dibandingkan dengan Pulsar 200 perbedaanya lebih banyak, misalnya ukuran suspensi depan hingga bentuk sasisnya pun berbeda.
Jadi jangan heran bila ternyata riding position Pulsar 220 mirip sekali Pulsar 180. Cuma sedikit berbeda karena fairingnya enggak ikut belok saat setang diubah arahnya.
Lalu bagaimana dengan mesinnya? "Basic-nya sama, tapi ada banyak perbedaan. Yang pasti gear ratio-nya berbeda," jelasnya dengan logat Jawa. Selain itu Pulsar 220 boleh dibilang merupakan versi stroke-up dari varian Pulsar 200.
Diameter piston Pulsar 220 dan 200 sama-sama 67mm, tapi strokenya berbeda. Stroke Pulsar 200 hanya 56,4, sedang Pulsar 220 mencapai 62,4mm. Tapi bila dibandingkan dengan Pulsar 180, benar-benar berbeda. Pulsar 180 memiliki stroke 56,4 dan diameter piston 63,5mm.
Jadi, kalau dari Pulsar 180 ke Pulsar 200 dilakukan langkah bore-up, sedang dari Pulsar 200 ke Pulsa 220 diambil langkah stroke-up untuk mendapatkan kapasitas ruang bakar yang lebih besar.
Perbedaan lain adalah ukuran karburatornya. Venturi karburator Pulsar 220 mencapai 32mm. Sedang versi 180 hanya 29 mm. Pantas saja, kapasitas mesin lebih besar, akselerasinya pun makin ringan!
"Bedanya hanya pada fairing depan dan head lamp tentunya," buka Setyo Pribadi, Service Manager PT Bajaj Auto Indonesia (BAI). Fairing setengah ini membuat penampilannya lebih sporty, tapi mesin 220cc-nya tetap menonjol.
"Sedang sasis dan suspensinya sama persis. Sumbu roda dan dimensinya sama. Perbedaanya, Pulsar 220 sudah pakai disk brake," lanjutnya. Tapi bila dibandingkan dengan Pulsar 200 perbedaanya lebih banyak, misalnya ukuran suspensi depan hingga bentuk sasisnya pun berbeda.
Jadi jangan heran bila ternyata riding position Pulsar 220 mirip sekali Pulsar 180. Cuma sedikit berbeda karena fairingnya enggak ikut belok saat setang diubah arahnya.
Lalu bagaimana dengan mesinnya? "Basic-nya sama, tapi ada banyak perbedaan. Yang pasti gear ratio-nya berbeda," jelasnya dengan logat Jawa. Selain itu Pulsar 220 boleh dibilang merupakan versi stroke-up dari varian Pulsar 200.
Diameter piston Pulsar 220 dan 200 sama-sama 67mm, tapi strokenya berbeda. Stroke Pulsar 200 hanya 56,4, sedang Pulsar 220 mencapai 62,4mm. Tapi bila dibandingkan dengan Pulsar 180, benar-benar berbeda. Pulsar 180 memiliki stroke 56,4 dan diameter piston 63,5mm.
Jadi, kalau dari Pulsar 180 ke Pulsar 200 dilakukan langkah bore-up, sedang dari Pulsar 200 ke Pulsa 220 diambil langkah stroke-up untuk mendapatkan kapasitas ruang bakar yang lebih besar.
Perbedaan lain adalah ukuran karburatornya. Venturi karburator Pulsar 220 mencapai 32mm. Sedang versi 180 hanya 29 mm. Pantas saja, kapasitas mesin lebih besar, akselerasinya pun makin ringan!
Setting Skutik Agar Tangguh di Tanjakan
Perlu diketahui terlebih dulu, bahwa sebenarnya motor jenis skutik awalnya dirancang buat alat transportasi di perkotaan yang jalannya cenderung datar. Maklum, sistem transmisi CVT (continuous varable transmission) memang lebih cocok di kontur jalan seperti itu.
Namun kenyataannya skutik juga digemari di daerah-daerah. Termasuk di kawasan perbukitan. Nah, lantas bagaimana cara mengatasi kondisi seperti itu? Yuk, kita tanya ahlinya langsung.
Menurut Senaponda, punggawa PaDepokan Motorsport di Depok, Jabar, untuk daerah perbukitan, skutik butuh torsi besar di putaran tengah. Karena umumnya saat berakselerasi di tanjakan, putaran mesin cenderung dikondisikan di putaran segitu. Ini berlaku untuk semua merek skutik.
“Untuk meningkatkan torsi di putaran tengah tersebut bisa dilakukan dengan cara mengganti roller dengan yang bobotnya lebih ringan 2 gr dari standar bawaan motor secara merata,” ujar Sena. Jangan diselang-seling, karena cenderung akan membuat vibrasi.
Misal kalau di Vario standarnya pakai 13 gram (6 buah), maka semuanya diganti yang 11 gram. “Selain itu, celah klep dibikin agak rengang sedikit bagian ex-nya,” tambah Sena.
Bila kerenggangan klep ex standarnya 0,25 mm, maka coba renggangkan jadi 0,26 – 0,27 mm. Jangan lebih, karena akan membuat mesin jadi lebih berisik.
Dan yang perlu diperhatikan pula yakni cara ngegasnya. “Pakai metode partial opening throttle alias grip gas diurut,” saran Sena. Jangan langsung dipelintir dalam, karena akan membuat rasio bukaan puli jadi terlampau berat. Sehingga lari motor jadi kayak ngeden.
Atau, lanjut Sena, grip gas diurut dulu pelan-pelan sampai putaran tengah dan tahan sebentar hingga kecepatan konstan, baru kemudian dipelintir dalam (wide open throttle). Oh, iya untuk menghindari mesin cepat overheat lantaran kerap digeber di tanjakan ekstrem, Sena menganjurkan untuk menaikkan main jet 1 step.
Keterangan :
1. Cara paling simpel mengakali torsi di putaran tengah untuk motor standar yakni dengan mengganti roller pakai yang bobotnya lebih ringan 2 gram secara merata.
2. Celah klep ex sebaiknya agak dilonggarakan sedikit sekitar 0,01 - 0,02 mm.
3. Perilaku membuka gas sebaiknya diurut hingga putaran tengah, baru kemudian dipelintir dalam.
4. Ukuran spuyer, terutama main jet sebaiknya dinaikkan satu step untuk menghindari mesin cepat overheat karena keseringan nanjak ekstrem.
5. Cara paling andvance yaitu upgrade performa mesin, termasuk bore-up kapasitas silinder biar tenaga dan torsi meningkat. Sehingga lebih kuat melintasi medan berbukit.
Namun kenyataannya skutik juga digemari di daerah-daerah. Termasuk di kawasan perbukitan. Nah, lantas bagaimana cara mengatasi kondisi seperti itu? Yuk, kita tanya ahlinya langsung.
Menurut Senaponda, punggawa PaDepokan Motorsport di Depok, Jabar, untuk daerah perbukitan, skutik butuh torsi besar di putaran tengah. Karena umumnya saat berakselerasi di tanjakan, putaran mesin cenderung dikondisikan di putaran segitu. Ini berlaku untuk semua merek skutik.
“Untuk meningkatkan torsi di putaran tengah tersebut bisa dilakukan dengan cara mengganti roller dengan yang bobotnya lebih ringan 2 gr dari standar bawaan motor secara merata,” ujar Sena. Jangan diselang-seling, karena cenderung akan membuat vibrasi.
Misal kalau di Vario standarnya pakai 13 gram (6 buah), maka semuanya diganti yang 11 gram. “Selain itu, celah klep dibikin agak rengang sedikit bagian ex-nya,” tambah Sena.
Bila kerenggangan klep ex standarnya 0,25 mm, maka coba renggangkan jadi 0,26 – 0,27 mm. Jangan lebih, karena akan membuat mesin jadi lebih berisik.
Dan yang perlu diperhatikan pula yakni cara ngegasnya. “Pakai metode partial opening throttle alias grip gas diurut,” saran Sena. Jangan langsung dipelintir dalam, karena akan membuat rasio bukaan puli jadi terlampau berat. Sehingga lari motor jadi kayak ngeden.
Atau, lanjut Sena, grip gas diurut dulu pelan-pelan sampai putaran tengah dan tahan sebentar hingga kecepatan konstan, baru kemudian dipelintir dalam (wide open throttle). Oh, iya untuk menghindari mesin cepat overheat lantaran kerap digeber di tanjakan ekstrem, Sena menganjurkan untuk menaikkan main jet 1 step.
Keterangan :
1. Cara paling simpel mengakali torsi di putaran tengah untuk motor standar yakni dengan mengganti roller pakai yang bobotnya lebih ringan 2 gram secara merata.
2. Celah klep ex sebaiknya agak dilonggarakan sedikit sekitar 0,01 - 0,02 mm.
3. Perilaku membuka gas sebaiknya diurut hingga putaran tengah, baru kemudian dipelintir dalam.
4. Ukuran spuyer, terutama main jet sebaiknya dinaikkan satu step untuk menghindari mesin cepat overheat karena keseringan nanjak ekstrem.
5. Cara paling andvance yaitu upgrade performa mesin, termasuk bore-up kapasitas silinder biar tenaga dan torsi meningkat. Sehingga lebih kuat melintasi medan berbukit.
Wow, Honda CBR250R Cukup Ganti Oli Mesin Tiap 12 Ribu Kilometer
Honda CBR250R dipastikan akan minim perawatan. Selain sudah berteknologi DOHC dan mengadopsi fuel injection PGM-Fi, penggantian oli mesinnya pun bisa sangat panjang!
"Kita merekomendasikan ganti oli tiap 12 ribu kilometer," buka Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Kalau satu bulan rata-rata hanya menempuh jarak seribu kilometer, artinya bisa satu tahun enggak ganti oli dong?
Umur pakai oli yang panjang ini menurutnya terkait dengan konstruksi mesin Honda CBR250R yang didesain minim gesekan dan memiliki sistem pendinginan yang sangat baik.
Misalnya, konstruksi kepala silindernya. Meski menggunakan teknologi Double Overhead Camshaft tapi dibuat minim gesekan dengan bantuan rocker arm. Metal duduk atau metal bearing juga digunakan pada kruk as dan camshaft.
"Tapi tiap 12 ribu kilometer harus dilakukan juga penggantian filter oli," jelas Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT AHM, sambil menunjukan spesifikasi oli 10W-30 untuk Honda CBR250R.
"Tiap ganti oli butuh 1,6 liter. Kalau tanpa penggantian filter oli, hanya 1,5 liter. Oiya, saat overhoul olinya butuh lebih banyak, mencapai 1,8 liter," jelas pria ramah ini.
"Kita merekomendasikan ganti oli tiap 12 ribu kilometer," buka Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Kalau satu bulan rata-rata hanya menempuh jarak seribu kilometer, artinya bisa satu tahun enggak ganti oli dong?
Umur pakai oli yang panjang ini menurutnya terkait dengan konstruksi mesin Honda CBR250R yang didesain minim gesekan dan memiliki sistem pendinginan yang sangat baik.
Misalnya, konstruksi kepala silindernya. Meski menggunakan teknologi Double Overhead Camshaft tapi dibuat minim gesekan dengan bantuan rocker arm. Metal duduk atau metal bearing juga digunakan pada kruk as dan camshaft.
"Tapi tiap 12 ribu kilometer harus dilakukan juga penggantian filter oli," jelas Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT AHM, sambil menunjukan spesifikasi oli 10W-30 untuk Honda CBR250R.
"Tiap ganti oli butuh 1,6 liter. Kalau tanpa penggantian filter oli, hanya 1,5 liter. Oiya, saat overhoul olinya butuh lebih banyak, mencapai 1,8 liter," jelas pria ramah ini.
Honda Patenkan 27 Komponen Baru di CBR250R
Pada motor baru pasti ada banyak teknologi baru. Agar enggak dijiplak, harus dipatenkan dong! Hal ini dilakukan Honda pada CBR250R. Motor yang benar-benar baru mulai dari mesin hingga sasis dan desain bodinya ini memiliki banyak part yang sudah paten atas nama Honda.
"Totalnya ada 27 item yang dipatenkan Honda," jelas Edhi, Tecnical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Penasaran kan apa saja?
Ayo mulai dari mesinnya. Di area kepala silinder ada konstruksi dan mekanisme kerja katup masuk dan buang. Mesin DOHC ini diklaim yang pertama dilengkapin dengan roller rocker arm. Desain ini diyakini bisa berpengaruh pada fuel consumption.
Berikutnya adalah mekanisme kruk as yang minim suara. Suara yang halus ini berkat penggunaan rolling bearing di connection rod dan plain bearing di kruk as. Honda juga mematenkan kemudahan penggantian shim pada sistem katup.
Lanjut, di mesin Honda juga mematenkan struktur pelumasan pada camshaft, posisi O2 sensor, layout pompa oli, posisi speed sensor dan struktur oil pan yang diyakini sangat kompak, serta mekanisme cooling system yang diklaim memiliki desain sangat simpel dan struktur boks filter.
Lanjut ke sasis dan bagian bodi-nya. Mulai dari struktur sasis baru hingga engine mounting sudah dipatenkan. Semua desain bodi mulai dari struktur tanki, side cover, rear fender hingga lampu belakang.
Begitu juga dengan perangkat antilock brake system. Honda juga mematenkan layout modulator pada ABS-nya serta main harness layout ABS.
Derbi GPR125 Dan GPR50, Motor Pertama Buat Remaja Eropa
Jika di Indonesia banyak remaja yang menggandrungi skubek sebagai sepeda motor pertamanya dan digunakan sehari-hari. Maka, di Eropa motor sport berkapasitas kecil lah yang menjadi idola remajanya.
Untuk itu, pabrikan motor asal Spanyol, Derbi yang telah memindahkan produksinya ke Italia, tetap mengeluarkan tipe sport berkapasitas kecil seperti GPR125 Dan GPR50.
Tipe GPR125 merupakan motor replika balap dari Derbi GP125 yang dibesut oleh rider Spanyol, Marc Marquez pada 2010. Dari luar, tampang balap begitu nyata dengan fairing dan buntut berdesain tajam.
Makin sporty, sasis dual beam aluminium yang ada di GP125 juga dianut oleh GPR125. Namanya juga replika balap, headlamp, sein dan spion terpasang rapi pada motor berwarna racing red dan racing grey ini.
Berbeda dengan GP125 yang mengandalkan mesin 2-tak, GPR125 justru menggendong mesin liquid-cooled 4-tak, 125 cc 4valve yang bertenaga 15 dk di 9.250 rpm. Tak kalah dengan tenaga milik Yamaha V-Ixion yang menghasilkan 14,8 dk.
Sedang pada GPR50, tak ada ubahan pada eksterior dengan GPR125 kecuali ukurannya yang lebih kecil. Ini membuat GPR50 lebih cocok bagi ABG yang menginginkan motor yang kompak tapi sporty.
Dibekali mesin 2-tak 50 cc liquid-cooled, GPR50 mampu menghasilkan tenaga hingga 8,5 dk di 10.000 rpm.
Tak hanya itu, motor yang memiliki rear lamp LED ini juga dibekali kaliper 4 piston pada rem depan, dan jam digital bergaya MotoGP di panel speedometer nya.
Urusan harga, Derbi melego GPR125 dengan harga sekitar Rp 46,6 juta. Dan Rp 24,5 juta untuk GPR50. Mahal ya! untuk motor sekecil ini.
Rabu, 23 Februari 2011
Honda Luncurkan CBR250R di Inggris, Harga Rp 44,8 Juta!
Setelah Thailand, Amerika, Kanada dan beberapa negara lain di dunia, kini giliran Inggris yang akan menjadi negara yang ikut memasarkan Honda CBR250R. Di Inggris, motor sport 250cc satu silinder ini dijual 3.688 Euro atau sekitar Rp 44,8 jutaan.
Harga tersebut untuk Honda CBR250R dengan spesifikasi paling tinggi, yaitu yang dilengkapi dengan Antilock Brake System (ABS). Harga ini sudah termasuk biaya administrasi saat pemesanan dan pajak yang totalnya mencapai 88 Euro atau sekitar Rp 1 jutaan.
Sedang untuk versi non ABS, rasanya Honda tidak tertarik untuk memasarkannya di Inggris. Honda juga hanya akan memasarkan dalam dua pilihan warna, yaitu Asteroid Black Metallic dan Pearl Blue Tricolour.
Di Inggris dilepas Rp 44,8 juta, kira-kira berapa ya harga CBR 250R di Indonesia? Sebagai pembanding, coba tengok harga di beberapa negara lain. Di Thailand dan India Honda CBR250R dilepas Rp 35 Jutaan untuk versi ABS. Di Amerika dilepas Rp 41 jutaan, sedang di Canada mulai Rp 45 jutaan.
Sebagai tambahan info. Honda CBR250R adalah sepeda motor Honda dibawah 250cc pertama yang sudah mengaplikasikan Anti-lock Brake System (ABS). Selain itu, motor dengan kapasitas mesin 249cc ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Combined Brake System (CBS).
PT Astra Honda Motor Hadirkan Dua Tipe CBR250
Jumat (25/2), PT Astra Honda Motor (AHM) akan memperkenalkan Honda CBR250 di Mandarin Hotel, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Peluncuran CBR250 bukan cuma 1 tipe, tapi dua tipe CBR250 langsung diperkenalkan.
Pastinya, dua tipe CBR250 ada perbedaan. Ada tipe Honda CBR250 ABS dan CBR250 tanpa ABS. Kedua-duanya tetap menggunakan injection.
Perbedaan harga kedua CBR250 itu diambil dari patokan harga Kawasaki Ninja 250R. “Honda CBR250 yang ABS harganya sedikit di atas Ninja 250R, sedangkan yang non ABS di bawah Ninja 250R,” ujar sumber MOTOR Plus dari salah jaringan Honda di Jawa.
Senin, 14 Februari 2011
Livery Baru Yamaha Racing Hadir 21 Februari 2011
SEPANG — Yamaha Racing dikabarkan akan menampilkan livery baru saat tes resmi MotoGP di sirkuit Sepang, Malaysia, pada 21 Februari 2011.
Sepeninggalan Valentino Rossi, yang hijrah ke Ducati Corse, mulai tahun ini, Yamaha kehilangan sponsor utamanya Fiat.
Ironisnya, meskipun memiliki juara dunia MotoGP 2010, Jorge Lorenzo dan Rookie of the Year, Ben Spies, Yamaha masih kesulitan mencari sponsor baru.
Saat tes resmi perdana MotoGP 2011 di Sepang awal bulan ini M1 tunggangan Lorenzo dan Spies masih menggunakan livery/seragam/kostum Yamaha.
Rumor yang berhembus dua perusahaan besar asal Malaysia, Petronas dan Air Asia akan menjadi sponsor. Jadi kita tunggu saja pada 21 Februari mendatang.
Langganan:
Komentar (Atom)
