Jumat, 16 September 2011
Trik Honda Bikin Luas Bagasi Supra X 125 Helm In
Selain merancang rangka khusus, kuncian menciptakan ruang luas pada utility box Honda Supra X 125 Helm In adalah dengan menyiasati tata letak komponen. Artinya, ada beberapa part yang dipindah agar ruang di bawah jok lebih lega.
Yang pasti, Honda sudah menyiapkan rangka baru dengan bentuk rangka belakang lebih lebar. Tujuannya tentu agar helm full face yang ukurannya lebar bisa masuk ke dalamnya.
Sedang aki yang biasanya berada di bawah jok atau menyatu dengan utility box seperti pada Supra X 125 harus dipindahkan. "Aki dipindahkan ke samping karburator," buka Endro Sutarno dari Technical Service Training Development, PT Astra Honda Motor (AHM).
"Kami sudah melakukan penelitian, posisi ini tetap aman meski dekat dengan karburator. Juga aman dari cipratan air dari roda depan," jelas Katsuya Abe, Assistant Chief Engineer, Honda R&D Southeast Asia, Indonesia.
Posisi baru aki ini menempati posisi air filter pada Supra X 125 sebelumnya. Jadi jangan heran kalau posisi air filter juga ikut berubah.
Penyaring udara ini kini terletak di balik cover bodi depan atau tepatnya di balik lampu senja dan lampu sein. Dari atas, ada belalai yang turun ke moncong karburator.
Langkah ini sebenarnya sama seperti yang dilakukan Honda pada skubek Spacy Helm In. Bagasi luas diperoleh dengan memindahkan aki ke balik cover bodi bagian depan. Dan menggeser posisi air filter yang ada di bawah jok ke atas cover CVT.
Semua pengembangan Honda Supra X 125 Helm In ini ternyata dikembangkan di Jepang, mulai dari desain hingga semua spesifikasi tekniknya. Tapi tetap dibuat berdasarkan data dan fakta tentang selera dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Alasan Honda Perbesar Bagasi Supra X 125 Helm In
Demam sepeda motor berbagasi besar sebenarnya jauh lebih dahulu. Tapi bagasi besar yang muat helm full face pada bebek bisa dipastikan baru ada di Indonesia.
Hampir semua skubek di Jepang sudah punya bagasi besar yang mampu menyimpan helm di dalamnya. Di Indonesia, skubek Honda berbagasi besar dimulai dengan Spacy Helm In.
Tapi pada bebek, diawali oleh Honda Supra X 125 Helm In. "Fitur helm in pada bebek adalah yang pertama di dunia. Bahkan bagasinya lebih besar dari skubek Spacy helm in," buka Yusuke Hori, President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Volume-nya mencapai 19,5 liter sehingga mampu menyimpan helm full face di bawah joknya. Sedang bagasi Spacy Helm In hanya 18 liter saja.
Ternyata langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Hasil riset PT AHM, kebiasaan pengguna bebek membawa barang bawaan sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari pemakai skubek.
"Hasil study kami, 33 persen pengguna sepeda motor jenis bebek suka bawa barang," terang Johanes Loman, Executive Vice President Director PT AHM.
Sedang pengguna skubek hanya 29 persen yang gemar bawa barang. Pemakai sepeda motor tipe sport lebih sedikit lagi, yaitu cuma 17 persen saja.
Persentase ini cukup dijadikan alasan bagi PT AHM untuk menciptakan model bebek baru dengan fitur bagasi yang lebih luas.
Selain itu, beberapa pembaruan seperti desain yang lebih elegan, kapasitas tanki bahan bakar yang lebih besar hingga 5,6 liter, aplikasi automatic headlamp on dan kunci jok yang menyatu dengan kunci kontak menjadi nilai lebih.
Apalagi harga jualnya tetap sama dengan varian Supra X 125 versi terdahulu yang dilepas Rp 15,6 jutaan.
Sekali Isi Full Tanki, Supra X 125 Helm In Bisa Tempuh 287,168 km!
Kapasitas tanki bahan bakar Honda New Supra X 125 Helm In ekstra besar, mencapai 5,6 liter. Bandingkan dengan bebek kebanyakan yang hanya 4 liter saja.
Tentunya hal ini berpengaruh pada daya jelajahnya. PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim konsumsi bahan bakar Honda mampu mencapai 51,28 kilometer.
Dengan kapasitas tanki yang mencapai 5,6 liter, artinya bebek baru Honda ini mampu menempuh jarak 287,168 kilometer hanya dengan sekali isi full tanki.
Kalau rata-rata sehari menempuh jarak 24,5 kilometer, maka bisa dihabiskan dalam waktu 11 hari. Wah, bisa lupa kapan terakhir isi bensin nih!
Selain tankinya yang lebih besar, volume bagasi New Supra X 125 Helm In juga sangat besar. Volumennya mencapai 19,5 liter sehingga mampu menyimpan helm full face di bawah joknya.
Asiknya, varian baru ini tidak menggantikan Honda Supra X 125 yang lama. Tapi harganya tetap dijual sama seperti varian sebelumnya yaitu Rp 15,6 juta (on the road Jakarta).
NEW SUPRA X 125 RESMI DILUNCURKAN
(14/9), PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan varian bebek terbaru Honda New Supra X125 Helm In.
Berangkat dari platform yang sama dengan Honda Supra X 125 versi sebelumnya, varian baru ini punya banyak keunggulan. Yang pasti adalah, desainnya benar-benar baru.
Selain itu, keunggulan lainnya adalah kapasitas bagasi yang jauh lebih luas dari bebek pada umumnya. Memiliki volume 19,5 liter, bagasi bebek baru Honda ini mampu memuat helm full face!
"Fitur helm in pada bebek adalah yang pertama di dunia. Bahkan bagasinya lebih besar dari skubek Spacy helm in," buka Yusuke Hori, President Director PT AHM.
Kapasitas tanki bahan bakarnya juga ekstra besar. Mencapai 5,6 liter! Dipastikan bakal jarang mampir ke POM bensin nih! Oiya, fitur andalan lainnya, New Honda Supra X125 Helm In ini sudah mengusung teknologi Automatic Headlamp On (AHO).
Asiknya, varian baru ini tidak menggantikan Honda Supra X 125 yang lama. Tapi harganya tetap dijual sama seperti varian sebelumnya yaitu Rp 15,6 juta (on the road Jakarta).
Kamis, 15 September 2011
Detail Perbedaan Fitur Honda Blade Lawas dan New Blade
Model baru tentu punya kelebihan dibanding versi lawas. Apa saja keunggulan yang bisa didapatkan konsumen dengan membeli Honda New Blade? Silakan perhatikan detail perubahan yang disodorkan. Kali ini lebih detail soal fitur dan bentuk bodinya.
Bodi dan Rem Belakang
Areal sayap juga mengalami banyak perubahan. Kalau model sebelumnya keberadaan sayap hanya sebagai pemanis yang punya desain tipis. New Blade punya sayap atau leg shield yang memang lebih terlihat menegaskan karakter besutan bebek pada umumnya.
Makin sip model sayap yang sekarang lebih lebar dan desain terlihat berlapis ini sudah dilengkapi dengan kisi-kisi atau ruang udara. Penempatan lampu sein pada areal depan sayap membuat dimensi ‘dada’ jadi lebih lebar, pada kedua sisinya ditempel lampu sein dengan desain futuristik yang lancip.
Areal sepatbor juga sudah direvisi, tidak lagi seperti pendahulunya dudukan spatbor menggantung pada pipa teleskopik, Spatbor baru New Honda Blade dudukannya pindah tempat di segitiga bawah seperti Honda Absolute Revo.
Paling penting dan menarik dilirik adalah areal pengereman belakang yang kini sudah dilengkapi disck brake atau cakram. Double disk depan-belakang dengan mengaplikasi model piston tunggal, pastinya lebih baik dari generasi pendahulunya yang hanya mengaplikasi model drum.
Beda Power
Meski masih mengadopsi kapasitas mesin yang sama 109,1cc tetapi dilihat speknya Blade lawas justru punya tenaga lebih (8,46 PS/ 7.500 rpm vs 8,4 PS / 7.500 rpm), torsi yang lebih bagus (0.86 Kgfm / 5500 rpm vs 0,83 Kgf.m di 5.500 rpm).
Perbedaan paling menonjol dari mesin baru ini adalah sudah aplikasi Honda Variable Ignition Control (HVIC).
“Ada dua kurva pengapian bekerja sesuai karakter berkendara. Saat dipakai halus, kurva pertama bekerja. Kurva kedua, ketika dipaksa buka tutup gas lebih agresif,” jelas Endro Sutarno dari Technical Service Training Development AHM .(AHM).
Head Lamp Pindah Posisi
Ini dia perbedaan paling menyolok, seputar areal setang dan bodi depan New Honda Blade desaiannya berubah total. Honda Blade versi lama, lampu utama bersebelahan dengan sein dan terletak di bawah sementara setang hanya dibungkus selubung bodi.
Lampu utama New Honda Blade terletak di depan areal setang. Posisinya terpisah dengan lampu sein yang tetap berada di bawah. Lampu sein dibuat memanjang beraksen futuristik juga sudah dilengkapi inner lens. Hal ini membuat cahaya lampu sein menjadi lebih jelas dan mudah terlihat.
Secara dimensi jelas cenderung New Blade kembali ke ukuran bebek standar. Desain sepatbor depan kembali menyatu fairing. Di versi lawas lebih mengarah ke ayam jago. Lampu belakang New Blade lebih besar. Detail mengikuti lampu belakang Vario CBS Techno.
Belakang Mirip Skubek
Unsur safety riding dalam berkendara dengan Honda New Blade begitu diperhatikan. Seperti model lampu belakang yang mirip skubek yang matik, Honda Vario Techno. Selain itu, ada cover pelindung panas mesin yang ada pada bagian cover mesin sebelah kanan. Dibuat dari bahan plastik yang mampu meredam panas ke areal kaki.
Selain itu Blade baru juga sudah dilengkapi footstep depan fleksible. Jadi saat motor di ajak rebah enggak khawatir footstep tertahan aspal, lantaran dudukan footstep yang bisa menyesuaikan layaknya besutan motocross.
Dimensi Lebih Melar
Selain secara bentuk yang seluruhnya berubah dimensi juga mengikuti. Jarak sumbu roda Blade lama yakni 1.221 mm sedangkan New Blade 1.227 mm. Ground clearance New Blade lebih ceper hanya 135 mm sedangkan Blade lebih jangkung 147mm. Kalau melihat dari sisi jarak sumbu roda, jelas Blade lawas lebih lincah dibanding New Blade. Itu karena jarak sumbu roda yang lebih pendek.
Bobot total New Blade juga lebih berat 8,8 kg, total beratnya 104 kg. Perbedaan bobot motor ini banyak dipengaruhi oleh ubahan pada rangka pengaruh dari ruang bagasi yang melar, mampu menampung hingga kapasitas 3,7 liter.
Honda New Blade Dikembangkan di Jepang, Thailand dan Indonesia
Bebek baru Honda New Blade 110R ternyata dikembangkan secara spesial oleh pusat R&D Honda di tiga negara. Hal ini diungkapkan oleh Yusuke Hori, President Director, PT Astra Honda Motor (AHM).
"Generasi terbaru Honda Blade diciptakan dalam team work yang melibatkan Honda di Indonesia, Thailand dan Jepang," ungkap Yusuke Hori.
"Saya terlibat banyak dalam proses pengembangan ini bersama Mr. Kawaguchi, teman baik saya sekaligus President Honda R&D Southeast Asia," jelasnya panjang lebar.
Hal yang sama juga diamini Kenji Kawaguchi, "Produk New Honda Blade telah dikembangkan di Jepang. Tetapi Honda R&D Southeast Asia juga turut membantu mengembangkan desain eksteriornya. Untuk itu kami yakin bahwa model ini dapat memenuhi harapan konsumen di Indonesia," terang Kawaguchi.
Honda R&D Southeast Asia sendiri berpusat di Thailand dan punya banyak perwakilan termasuk di Indonesia. Bersama PT AHM, Honda R&D Southeast Asia melakukan riset pasar.
"Honda Blade harus tetap menjadi bebek sporty dengan mengadopsi desain, spesifikasi dan kelengkapan yang dapat dinikmati anak muda dengan tetap menjaga daya tarik motor bebek," jelas Kawaguchi.
Daya tarik bebek yang dimaksud Kawaguchi adalah kepercayaan, konsumsi bahan bakar yang ekonomis, kemudahan penggunaan bagi semua anggota keluarga dan kemudahan pengoperasian.
Jadi, secara desain memang dibuat sesuai keinginan konsumen Indonesia yang ternyata lebih menyukai bentuk bebek konvensional dengan leg shield atau sayap, lampu di setang serta boks bagasi di bawah jok yang multifungsi.
Selain desain Honda Blade baru ini juga punya banyak pengembangan pada rangka yang digunakan. Lebih lincah tapi tetap stabil. Mesinnya pun dibenahi, khususnya pada kepala silinder dan aplikasi Honda Variable Ignition System (HVIS).
Honda Blade Baru Gantikan Desain Lama, Dijual Rp 14 Jutaan
Bebek baru Honda New Blade 110R akhirnya resmi diluncurkan hari ini (28/7). Mengambil tempat di JCC, Senayan, Jakarta, model kali ini menggantikan model Honda Blade sebelumnya.
"Hari ini kami meluncurkan bebek terbaru Honda New Blade 110R," buka Yusuke Hori, president director PT Astra Honda Motor (AHM).
"Saya sendiri terlibat dalam pengembangan model baru New Honda Blade 110R. Ini adalah peluncuran Blade pertama di dunia," bangga pria berkebangsaan Jepang ini.
Desain barunya ini punya banyak perbedaan mencolok. Paling utama adalah pindahnya lampu dari sayap depan ke setang. Selain itu headlamp-nya punya desain split membuatnya tampil lebih sporty.
Bentuk sepatbor depannya pun tidak lagi menyatu dengan roda layaknya motor sport, tapi kembali ke desain khas bebek. Oiya, Blade terbaru ini juga sudah dilengkapi dengan rem cakram belakang. Selain makin aman, juga dongkrak tampilan kan?
Bebek yang telah dilengkapi dengan variable ignition control system ini dijual Rp 14 juta dan Rp 14,2 juta untuk varian bermotif ala MotoGP dari tim Repsol Honda
Selasa, 12 April 2011
Test Ride Honda CBR 250R non ABS, Tetap Aman dan Nyaman!
Menjajal CBR250R di Thailand sudah, di jalanan Indonesia pakai versi Thailand juga sudah. Ngebut di Sentul naik CBR250R ABS juga sudah. Nah, kini giliran jalan-jalan pakai CBR250R non ABS!
Bukan sekedar mengeksplorasi pengeremannya, tapi pengetesan kali ini juga lebih detail soal beberapa fiturnya. Pasalnya, pengetesan ini tidak sesaat, tapi selama 4 hari segala aktifitas kru redaksi wara-wiri kesana-kemari selalu di temanin si CBR250R.
Handling
Bicara handling, tetap konsisten mengakui motor ini cukup nyaman dipakai harian meski secara ukuran cukup gambot. Tinggi jok ke tanah mencapai 0,78 meter memang membuat pengendara yang tingginya kurang dari 170 cm harus repot menapakan kakinya ke tanah.
Tapi kesulitan ini terbayar ketika sudah dalam posisi berkendara yang sempurna. Posisi kaki yang nyaman dan stang jepit yang tidak terlalu tinggi membuat badan tidak terlalu merunduk. Masih nyaman untuk harian.
Konstruksi sasis dan mesin 1 silindernya yang lebih ringan disinyalir berkontibusi membuat motor ini nyaman diajak selap-selip. Cukup ringan ingan saat mengubah arah dalam kecepatan rendah sekalipun. Jadi saat terjebak macet tidak terlalu menguras tenaga.
Suspensinya pun nyaman, lubang tak terlalu besar dan jalan bergelombang bisa diredam dengan baik. Karakternya pas, tak terlalu keras bikin pinggang tetap santai. Tapi bila mengingat kemampuannya saat diajak ngebut di Sentul beberapa waktu lalu, suspensi ini cukup mantab menjaga kaki-kaki tetap stabil di kecepatan tinggi sekalipun.
Sedang urusan pengereman, saat dipakai dalam kecepatan rendah dan kondisi jalanan kering, hampir tak ada bedanya dengan versi Combine Antilock Brake System (C-ABS). Buat harian yang tidak perlu kecepatan terlalu tinggi, rem tanpa ABS masih sangat bisa diandalkan.
Dan ban standarnya yang lebih besar dari kompetitornya ini juga menambah kenyamanan. Ban dengan ukuran depan 110/70-17 dan belakang 140/70-17 membuat manuver di tikungan lebih percaya diri. Tanpa sadar sepatu berkali-kali nempel aspal karena terlalu rebah, padahal motor masih terasa stabil.
Performa
Urusan performa sama saja seperti ketika menjajal CBR250R versi Thailand. Secara spesifikasi versi Thailand dan Indonesia memang tak ada bedanya. Mesin satu silindernya memiliki torsi besar sekaligus bobot ringan.
Handling yang mudah disempurnakan dengan karakter torsi besar sejak di putaran bawah. Power mesin 4-tak, DOHC, satu silinder, 4 klep ini pun halus dan terasa terus "ngisi" hingga 10.000 rpm.
Untungnya meski, kompresinya tinggi (10,7 : 1) dan suhu Jakarta yang panas, enggak perlu khawatir over heat karena radiator CBR250R sudah ditambah kipas pendingin. Meski begitu, cukup terasa mesin bekerja keras menahan panas, sebab saat melintasi jalanan macet berkali-kali kipas menyala secara otomatis.
Pernah dicoba mengukur akselerasi Honda CBR250R dengan Vericom VC3000, Mulai dari menempuh jarak 0–100 meter, dibutuhkan waktu 6,54 detik di kecepatan 88 km/ jam. Berlanjut ke jarak 0–201 meter. Jarak yang biasa dipakai di drag ini, tembus 10,33 detik dengan kecepatan 106,5 km/jam. Sangat responsif!
Fitur
Speedometer CBR250R boleh diacungi jempol. Berkendara di siang hari, semua indikatornya tetap mudah terbaca. Masuk malam hari, perpaduan warnanya cukup menarik dengan iluminasi warna biru membuat data bensin, suhu mesin, jam, trip meter hingga angka kecepatan terbaca jelas.
Sayangnya, CBR250R ini tidak dilengkapi dengan kunci setang dengan pengaman bermagnet. Padahal tipe lain seperti New MegaPro dan Honda Tiger hingga bebek sekelas Revo sudah mengadopsi fitur Secure Key Shutter ini.
Pandangan ke belakang lewat spion sangat jelas terlihat, tapi saat melintas di jalanan macet harus hati-hati jangan sampai spion nyangkut kendaraan lain karena ukurannya yang cukup besar.
Hal yang sama juga terjadi pada posisi knalpotnya yang terlalu menjorok keluar. Cover knalpot yang desainnya yang menarik jadi gampang baret saat diparkir atau ketika masuk di tempat sempit.
Oiya, posisi standar samping yang terlalu nyempil ke dalam juga cukup menyulitkan bagi yang pertama kali menyemplak CBR250R, butuh adaptasi.
Konsumsi Bahan Bakar
Diukur secara "top up", tanki diisi penuh lalu dipakai jalan hingga 100 kilometer dalam berbagai kondisi jalanan. Mulai dari macet hingga dibawa ngebut saat jalanan lengang. Kemudian tanki diisi penuh kembali untuk mengetahui banyaknya bahan bakar jenis pertamax yang dipakai.
Hasilnya satu liter pertamax bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 28 kilometer. Sedikit lebih hemat dari klaim Honda yang menyebutkan 1 liter : 27 kilometer. (motorplus-online.com)
Honda Kembangkan Airbag Baru Untuk Sepeda Motor
Inovasi Honda pada fitur airbag di sepeda motor tidak berhenti sampai produksi Honda Goldwing. Pabrikan dengan logo sayap mengepak ini kembali mengembangkan desain airbag baru untuk sepeda motor.
Jika pada Honda Goldwing airbag mengembang dari tanki, airbag baru yang dikembangkan Honda berbeda. Yang ini mengembang dari sela-sela panel instrumen atau diantara headlamp dan panel speedometer. Bentuk kantong udaranya pun jauh lebih tinggi dari yang dimiliki Goldwing.
Tujuannya, airbag diharapkan mampu meredam benturan pengendara yang terlempar ke depan saat motor yang dikendarainya mendadak berhenti akibat menabrak sesuatu.
Desain ini diungkapkan Honda lewat sebuah gambar yang digunakan dalam pengurusan paten. Honda pun terlihat memasang fitur ini pada sebuah Honda CB1300.
Dalam gambar ini juga terungkap kantong udara yang mengembang bisa diubah arahnya ke kanan atau ke kiri sesuai arah terlemparnya pengedara. Jadi meskipun arah motor ke kanan tapi pengendara terpelanting lurus, air bag ini akan tetap mengembang mengikuti posisi pengendara.
Setelah ABS (antilock bracking system), rasanya airbag bakal jadi standar safety sepeda motor dunia.
Vespa LX 150ie, Si Imut Pakai Kombinasi Roda Janggal
Sebentar lagi, PT Piaggio Indonesia (PI), ATPM merek Piaggio dan Vespa di Indonesia bakal meluncurkan tiga model baru. Salah satu yang ditunggu adalah Vespa LX 150ie. Meski sudah banyak beredar di Indonesia, tapi harga jual melalui PI lebih murah!
Vespa LX 150ie yang dibawa PT ke Indonesia dirakit di fasilitas produksi Piaggio di Vietnam. Skema perjanjian ekonomo, AFTA membuat import duty-nya nol persen.
Wajar bila akhirnya Piaggio bisa melego model ini di kisaran Rp 19-25 jutaan. Padahal, lewat importir umum dan didatangkan langsung dari Italia, harganya melambung sampai Rp 50 jutaan. Penasaran seperti apa spesifikasinya? Ayo kita lihat bersama.
Yang pertama harus diperhatikan adalah bodinya. Jangan kira bentuknya yang imut itu sepenuhnya terbuat dari plastik. Vespa LX 150ie ini masih sama seperti Vespa terdahulu yang mengadopsi sasis monocoque.
Ada beberapa bagian bodi seperti bagian gembung di samping itu adalah bagian dari sasis yang terbuat dari baja. Sedang spatbor dan cover bawah bodi samping serta pijakan kakinya baru terbuat dari cover berbahan sejenis plastik.
Sedang mesinnya, 4 langkah satu silinder. Konstruksi di kepala silindernya masih SOHC (Single Overhead Camshaft) dengan dua klep. Meski begitu, kapasitas mesinnya cukup besar yaitu 150cc. Uniknya, selain berkapasitas mesin besar, karakter ruang bakarnya pun over bore.
Diameter pistonnya lebih besar ketimbang stroke. Vespa LX 150ie ini menggunakan ukuran piston 62.8 mm dan stroke 48.6 mm. Piaggio mengklaim powernya mencapai 11,9 dk dan torsinya 11.8 Nm. Dengan tenaga ini, kecepatan maksimum 95 km/jam. Kok pelan? mungkin karena diameter rodanya yang imut.
Tapi yang menarik, model ini sudah dilengkapi sistem pengabutan bahan bakar tipe injeksi. "Teknologi fuel injection menawarkan keunggulan yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar," jelas Sergio Mosca, Managing Director PT PI.
Yang janggal adalah kombinasi kedua rodanya. Roda belakangnya menggunakan diameter 10 inci, tapi di depan pakai 11 inci. Wah, bakal susah nih cari ban berdiameter 11 inci. Umumnya, skubek pakai ring 14, 12 atau 10 inci kan?
Roda tadi dikawal suspensi single arm di depan dan sudah dipersenjatai dengan disk brake 200mm. Sedang di roda belakang masih pakai rem teromol. Tapi suspensi belakangnya memiliki empat pengaturan kekerasan.
Langganan:
Postingan (Atom)
